Lewat ke baris perkakas

CARA MEREDAM AMARAH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setan akan sangat mudah mengendalikan manusia dalam keadaan marah. Sebab marah, orang mampu dengan mudahnya mengucapkan kalimat-kalimat yang selayaknya tidak pantas untuk diucapkan. Melempar kalimat kafir kepada saudaranya sendiri, berbicara jorok, mencaci maki, menyalahkan takdir, bahkan kata cerai bisa begitu saja terucap dalam rumah tangga.

Sadar dengan hal ini, Islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk senantiasa berhati-hati ketika amarah datang menghampiri. Lalu, bagaimana cara mengendalikan diri ketika sedang marah? Berikut penjelasannya.

  1. Segera Membaca Ta’awudz

Sumber marah itu berasal dari setan, sehingga kita sebagai manusia harus meredam amarah dengan memohon perlindungan kepada Allah. Rasulullah bersabda :

“Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadis shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376)

  1. Diam dan Menjaga Lisan

Kebanyakan orang yang marah itu akan berbicara tanpa aturan. Bisa jadi ia melontarkan kata-kata yang mendatangkan murka Allah. Maka dari itu, diam menjadi cara terbaik untuk menghindari datangnya dosa dan murka Allah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih)

3. Mengambil Posisi yang Lebih Rendah

Biasanya orang lebih mudah untuk marah dalam posisi berdiri. Di posisi tersebutlah amarah akan mencapai puncaknya. Maka Rasulullah memberikan saran, ketika marah ambillah posisi lebih rendah dari sebelumnya. Misal dengan duduk bahkan berbaring.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan, “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

  1. Mengingat Keutamaan Menahan Amarah

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)

Orang yang mampu menahan amarah padahal dia mampu untuk meluapkannya maka Allah memberikan balasan yang sangat baik. Apalagi ditambah dengan memaafkan orang yang membuat marah, betapa besar pahala yang Allah berikan kepada kita.

  1. Berwudhu

Marah itu berasal dari setan yang terbentuk dari api. Maka padamkanlah api tersebut dengan air. Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784).

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk terus menahan amarah, Aamiin Allahumma Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sumber : konsultasisyariah.com

Penulis : Dita Fauziah

Related Posts

Leave a Reply

Site Menu