Lewat ke baris perkakas

GHIBAH, WABAH PENYAKIT UMAT

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).

Ghibah menurut Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16 : 129) yaitu menyebutkan kejelekan orang lain di saat ia tidak ada dalam suatu pembicaraan.

Imam Nawawi Rahimahullah juga menyebutkan bahwa ghibah itu sesuatu yang sangat jelek. Tapi sudah tersebar dikhalayak ramai. Hanya sedikit yang mampu selamat dari penyakit lisan ini.

Ghibah itu membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain. Yang diceritakan itu ada pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberut, kefasihan lidah atau segala hal yang berkaitan dengan seseorang yang dibicarakan.

Ghibah juga bukan hanya sekedar dari perbuatan lisan, akan tetapi bisa juga melalui tulisan, isyarat, kedipan mata, atau lainnya yang bermaksud memberitahukan kekurangan seseorang itu.

Ghibah itu hukumnya haram dan pelakunya akan mendapatkan dosa yang besar. Orang yang melakukan perbuatan ini dalam Al-Qur’an diibaratkan memakan bangkai daging saudaranya sendiri.

“… Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujurat : 12)

Sumber : rumaysho.com

Dita Fauziah

 

Related Posts

Leave a Reply

Site Menu